Satu Kartu untuk Semua Transaksi

Akhir-akhir ini kita sangat akrab dengan yang namanya kartu. Saat apply kartu kredit baru, kita diberikan kartu baru. Jika kita  rutin terbang, biasanya kita memiliki kartu keanggotaan pelanggan maskapai. Jika kita pengguna jalan toll, biasanya kita juga memiliki kartu khusus. Kartu, kartu, dan kartu. Apabila kita memiliki lima rekening tabungan di bank yang berbeda, memiliki sepuluh kartu kredit, rutin menggunakan jasa maskapai penerbangan, sehari-hari mengendarai mobil lewat toll, dan rutin berbelanja di department store dan super market, maka dompet kita akan berisi tumpukan kartu. Terasa sangat aneh apabila di zaman yang serba ringkas seperti saat ini dimana peran cetakan kertas telah banyak dikonversi ke wujud digital, kita masih saja dijejali dengan kartu-kartu fisik yang secara prinsip memiliki cara kerja yang sama. Jika satu kartu memiliki ketebalan satu mm dan kita memiliki 20 kartu, dompet kita paling tidak akan memiliki  ketebalan 2 cm di luar uang cash. Selain tebal, banyaknya kartu tersebut juga sangat tidak praktis, tidak efisien, berat, riskan hilang, tercecer, dicuri, dan lain sebagainya.  So, apakah tidak ada cara yang lebih praktis untuk urusan kartu ini?

Jika ditelaah lebih dalam, sebenarnya kartu-kartu yang saat ini kita koleksi memiliki pola penyimpanan data dan mekanisme kerja  yang mirip. Dari sisi pola penyimpanan data, kartu-kartu yang kita koleksi menyimpan data umum mengenai umum diri kita yang dikombinasikan dengan data khusus seperti data account perbankan (kartu debit dan kredit) atau data membership yang berisi point, history transaksi, kategori membership, dan lain-lain. Dari sisi mekanisme kerja, kartu yang kita gunakan biasanya akan diidentifikasi oleh EDC yang kemudian dilanjutkan oleh proses verifikasi dan transaksi (pengurangan/penambahan point, pengurangan saldoatau lain sebagainya). Pola-pola penyimpanan data dan mekanisme transaksi ini cenderung sama untuk kartu-kartu yang berbeda.

Apabila pola penyimpanan data dan mekanisme transaksinya cenderung serupa, mengapa kartu-kartu tersebut tidak dilebur menjadi hanya satu kartu? Peleburan banyak kartu menjadi satu kartu akan memiliki banyak keuntungan. Dari sisi pengguna, peleburan  menawarkan kepraktisan. Dalam hal ini, pengguna tidak lagi harus menyimpan dan membawa banyak kartu yang riskan hilang dan tercecer. Dari sisi perusahaan, biaya pencetakan kartu dapat diminimalisasi atau bahkan dihilangkan. Selain biaya pencetakan, perusahaan juga dapat meminimalkan opportunity loss. Sering kita menemukan kejadian pelanggan ternyata tidak membawa kartu ketika perusahaan sedang menawarkan promo khusus. Hal ini membuat baik pelanggan dan perusahaan melewatkan kesempatan. Salah satu penyebab dari hal ini adalah terlalu banyaknya kartu yang harus dibawa oleh pengguna. Apabila pengguna hanya menggunakan satu kartu komersial, kejadian seperti ini dapat diminimalkan. Contoh ilustrasi mengenai konsep peleburan kartu yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Picture1

Di luar kerumitan aspek teknis, konsep shared card ditengarai akan memberikan keuntungan baik bagi pengguna maupun penyedia jasa/produk. Selain praktis dan meminimalkan risiko tertinggal atau tercecer, konsep shared card dapat menurunkan biaya pencetakan kartu dan pengurangan opportunity loss dari sisi pengguna maupun penyedia jasa/produk.

Konsep shared card juga dapat dikembangkan lebih jauh, sehingga tidak lagi berbentuk kartu fisik, melainkan dengan menyimpannya ke data digital baik itu berupa apps, computer program, atau lain sebagainya. Apabila uang fisik sudah dapat mulai dikurangi dan ditransformasikan ke bentuk digitalmaka terdapat peluang yang besar bagi kartu-kartu fisik yang tidak praktis ini untuk diubah ke bentuk digital. Ilustrasi mengenai konsep ini adalah sebagai berikut:

Picture2

Beberapa hal yang telah dikemukakan di atas menunjukkan bahwa saat ini masih terdapat peluang yang besar untuk meningatkan efisiensi pengelolaan kartu digital. Kosep shared physical card atau shared logical card dimana di belakangnya berisi serangkaian data perbankan, membership, dan transaksi dari beberapa perusahaan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tidak efisien dan tidak efektifnya penggunaan model distributed physical card sebagaimana yang banyak kita gunakan saat ini.

~ IRFANI

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published.