Memahami Bisnis Teknologi: Gap, Peluang, dan Tantangan Bagi Indonesia

Bisnis berbasis teknologi baik yang mencakup perangkat lunak, perangkat keras, maupun platform telah menjadi salah satu pilar utama perekonomian di negara-negara maju. Di Amerika, perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Apple, Facebook, dan Amazon tercatat memiliki kapitalisasi pasar dan keuntungan yang sangat besar. Jika dibuat perbandingan, satu perusahaan teknologi yang mengandalkan ide dan inovasi seperti Google ternyata memiliki kapitalisasi pasar dua kali lipat lebih besar dari total kapitalisasi pasar seluruh perusahaan-perusahaan yang listed di bursa Indonesia. Pertanyaannya, apakah yang membedakan bisnis berbasis teknologi yang ada di negara-negara maju dengan yang ada di Indonesia? Bagaimana peluang dan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia untuk mengembangkan bisnis berbasis teknologi?

Tidak seperti industri lainnya, bisnis teknologi pada dasarnya merupakan bisnis yang mengandalkan inovasi dan kekuatan intelektual sebagai senjata utama pertumbuhannya. Perusahaan seperti Facebook, Amazon, dan Apple tidak diawali dengan modal finansial yang besar, namun lebih didorong oleh jiwa inovasi, fokus, dan keuletan dari para pendirinya. Dari perusahaan yang sangat kecil, Mark Zuckerberg, Steve Jobs, Jeff Bezos mampu membahwa Facebook, Apple, dan Amazon menjadi bisnis sangat besar yang merubah secara drastis cara kita melakukan sesuatu. Pada tahun 2017, Fortune 500 yang mengukur dan me-ranking perusahaan berdasarkan aspek revenue mencatat Apple, Amazon,  Google, dan Facebook masing-masing berada di peringkat 3, 12, 27, dan 98 dunia dengan revenue masing-masing sebesar  215 Milyar USD, 135 Milyar USD, 90 Milyar USD, dan 27 Milyar USD. Sebagai perbandingan, revenue tahunan tertinggi pada tahun 2016 dari perusahaan yang tercatat di bursa Indonesia adalah sebesar 13.4 Milyar USD yang dicetak oleh PT. Astra International Tbk. Hal tersebut masih jauh di bawah perusahaan-perusahaan teknologi yang disebutkan sebelumnya. Berikut merupakan ulasan singkat terkait beberapa perusahaan teknologi terkemuka yang ada di negara maju.

Apple

Apple memperoleh pendapatan dari usaha menjual produk fisik, menjual produk digital, dan menjual jasa. Untuk produk fisik, Apple menjalankan usaha perancangan, perakitan, dan pemasaran perangkat komunikasi mobile, PC, pemutar musik, wearable product seperti jam tangan, dan aksesoris.  Produk-produk fisik terkenal dari Apple antara lain adalah iPhone, iPad, Mac, iPod, Apple Watch, dan Apple TV.

Untuk produk digital dan jasa, Apple menjual perangkat lunak, jasa, solusi jaringan komputer, dan konten/aplikasi digital. Produk digital dari Apple dijual melalui iTunes, App Store, Mac App Store, Television App Store, iBooks Store, dan Apple Music. Produk-produk digital Apple antara lain adalah iOS, OS X, iCloud, dan Apple Pay.

Channel penjualan yang digunakan antara lain adalah melalui toko retail, toko online, direct sales, dan resellers. Konsumen Apple mencakup retail, bisnis, perusahaan, pemerintah, dan institusi pendidikan.

Per bulan Mei 2018, kapitalisasi pasar dari Apple kurang lebih adalah sebesar 932 Milyar USD. Jumlah tersebut sedikit lebih besar dari GDP Indonesia. Perusahaan ini listing pada tahun 1980. Dari pertama kali listing sampai saat ini, harga saham Apple telah meningkat sebesar 9,600%. Pada tahun 2016, revenue Apple adalah 215 Milyar USD.

Karena inti utama dari perusahannya adalah inovasi, perkembangan bisnis Apple yang tercermin dari pertumbuhan harga sahamnya sangat dipengaruhi oleh inovasi yang dilakukan perusahaan. Sebagai contoh, pada bulan Januari 2010, ketika Apple mengumumkan peluncuran iPad, harga saham Apple breakout dari titik tertingginya untuk kemudian mencapai beberapa titik new highs yang baru. Kondisi serupa juga terjadi pada bulan September 2014, setelah Apple mengumumkan peluncuran iPhone 6 dan iPhone 6 plus, harga saham Apple kembali breakout mencapai harga tinggi terbaru.

Screen Shot 2017-06-28 at 08.37.51
Pertumbuhan Harga Saham dan Revenue Serta Event-Event Inovasi Penting Apple

Yang utama, Apple tidak hanya mengandalkan inovasi dalam hal penciptaan produk fisik. Dewasa ini, Apple melakukan inovasi dengan memanfaatkan kemajuan platform dengan meluncurkan produk seperti App Store yang berperan sebagai mediator yang mempermudah matchmaking antara content provider dan content user/seeker. Dalam hal ini, kemampuan untuk berinovasi merupakan salah satu kunci sukses utama dari bisnis Apple.

Amazon

Pendapatan yang tinggi dari Amazon diperoleh dari Penjualan Produk baik Fisik maupun Digital, Penjualan Jasa, Afiliasi/Komisi, Iklan, Co-Brand, dan Publishing.

Dari sisi penjualan produk, Amazon menjual produk seperti buku, musik, DVD, apps, dan lain-lain. Dalam hal ini, Amazon menyediakan baik produk-produk milik sendiri, barang resale, dan barang milik pihak lain (third party). Amazon juga menjual beberapa produk elektronik seperti Kindle reader, tablet, televisi, dan lain sebagainyaLayanan penjualan di situs Amazon.com mencakup ratusan juta produk dari berbagai kategori.

Dari sisi jasa, Amazon menjual layanan komputasi, storage, database, dan beberapa layanan baik untuk perusahaan start up, enterprise, agensi pemerintah, maupun institusi pendidikan. Selain itu, Amazon juga menjual program membership untuk mengangkses layanan streaming ke ribuan film, tayangan televisi, dan yang lainnya.

Amazon dewasa ini juga berkembang menjadi platform yang memungkinkan mitranya untuk mengembangkan usahanya dengan menjual produk ke web Amazon dengan brand masing-masing. Bisnis publishing Amazon juga memungkinkan beberapa pengarang buku, musisi, pembuat film, dan pengembang aplikasi untuk menjual produknya di Kindle Store. Dalam hal ini, Amazon membayar royalty ke penyedia konten.

Pada saat tulisan ini dibuat, kapitalisasi pasar dari Amazon adalah 791 Milyar USD. Kembali, angka tersebut hanya sedikit lebih kecil dari GDP Indonesia.

Amazon IPO pada tahun 1997. Dari waktu tersebut sampai saat ini atau selama 20 tahun terakhir, harga saham Amazon telah meningkat kurang lebih 65,000%. Dari sisi fundamental, revenue Amazon senantiasa tumbuh selaras dengan pergerakan harga sahamnya. Pada tahun 2007, revenue dari Amazon ada di kisaran 14.8 Milyar USD. Saat ini, revenue Amazon telah tumbuh menjadi kurang lebih 135 Milyar USD per tahun.

Screen Shot 2017-06-27 at 21.45.32
Pertumbuhan Harga Saham dan Revenue Amazon

Dalam menjalankan bisnisnya, Amazon mengeluarkan biaya untuk akuisisi produk dan konten, pemrosesan pembayaran, pengapalan dan pengepakan, customer services, dan pengoperasian infrastruktur teknologi.

Beberapa kunci sukses utama dari bisnis Amazon antara lain berkaitan dengan pengalaman yang dirasakan oleh customernya dimana Amazon harus menyediakan lingkungan berbelanja online yang membuat pembelinya nyaman bertransaksi, harga yang ditawarkan, ketersediaan dari produk/layanan yang ditawarkan, kecepatan pengiriman, range pilihan/opsi produk/jasa yang ditawarkan, kemudahan penggunaan, keamanan, dan kehandalan. Selama ini, Amazon telah mengelola faktor-faktor tersebut dengan sangat baik, sehingga bisnisnya dapat senantiasa berkembang.

Google

Produk dari Google antara lain adalah Google Search, Ads, Commerce, Maps, Youtube, Google Cloud, Android, Chrome, Google Play, dan Hardware. Sumber pendapatan utama dari Google berasal dari Iklan, Penjualan Produk Digital seperti Apps, Musik, Film, Penjualan Jasa Cloud, dan penjualan Hardware.

Google IPO pada tahun 2004. Dari saat IPO, harga saham Google telah meningkat kurang lebih sebesar 1700%. Saat ini, Google memiliki kapitalisasi pasar sebesar 753 Milyar USD. Revenue Google tumbuh dari 16 Milyar USD pada tahun 2007 menjadi 90 Milyar USD di tahun 2016.

Screen Shot 2017-06-27 at 22.14.46
Pertumbuhan Harga Saham dan Revenue Google

Google mengeluarkan biaya-biaya utama untuk mengakuisisi traffic, akuisisi konten, pengoperasian data center, inventori, kartu kredit, dan lain. Berkaitan dengan konten, biaya yang dikeluarkan oleh Google antara lain adalah untuk lisensi ke pemilik konten aslinya. Untuk pengoperasian data center, Google mengeluarkan biaya untuk server, bandwidth, tenaga kerja, dan energi.

Facebook

Facebook fokus pada pengembangan produk yang memungkinkan orang-orang untuk dapat saling terhubung dan berbagi baik dengan menggunakan perangkat mobile, komputer, laptop, dan lain sebagainya. Produk utama dari Facebook mencakup Facebook, Instagram, Whatsapp, dan Oculus. Website Facebook merupakan produk yang dikembangkan oleh team Facebook sendiri. Sementara itu, Instagram dan Whatsapp merupakan produk yang diakuisisi oleh Facebook.

Sumber pendapatan Facebook yang utama berasal dari penempatan iklan oleh Marketers. Dalam hal ini, marketers dapat menjangkau targetnya berdasarkan beberapa faktor, seperti usia, jenis kelamin, lokasi, kebiasaan, minat, dan lain sebagainya. Marketers dapat menempatkan iklannya di beberapa lokasi, seperti Instagram, Facebook, dan lain sebagainya.

Facebook berdiri pada tahun 2004 dan IPO pada tahun 2012. Kapitalisasi pasar dari Facebook telah meningkat dari 340 Milyar USD pada saat IPO menjadi 541 Milyar USD saat ini. Hal tersebut selaras dengan harga saham Facebook yang meningkat kurang lebih 416%. Revenue tahunan Facebook pun meningkat dari 5 Milyar USD pada tahun 2012 menjadi 27 Milyar USD di tahun 2016.

Pertumbuhan Harga Saham dan Revenue Facebook
Pertumbuhan Harga Saham dan Revenue Facebook

Priceline

Priceline merupakan penyedia jasa reservasi akomodasi. Priceline menghubungkan orang-orang yang akan berpergian dengan penyedia jasa perjalanan di seluruh dunia. Layanan yang disediakan oleh Priceline antara lain adalah pemesanan hotel, tiket kendaraan, makanan, apartemen, rental, dan lain sebagainya.

Priceline membawahi Booking.com, Priceline.com, Agoda.com, KAYAK, RentalCars.com, dan Open Table.

Sumber pendapatan utama dari Priceline berasal dari Penjualan Jasa dan ProdukKomisi Penjualan, Iklan, Fee Pemrosesan, dan Fee Langganan. Penjualan Jasa dan Produk diperoleh oleh Priceline ketika terdapat transaksi dimana Priceline berperan sebagai Merchant. Komisi penjualan diperoleh Priceline dari penyedia jasa ketika terdapat traveler yang memesan jasa hotel, tiket, restoran, rental, apartemen, dan lain sebagainya melalui salah satu web yang dimiliki Priceline. Sementara itu, iklan diperoleh dari beberapa Marketers yang ingin mempromosikan bisnis yang terkait dengan perjalanan di salah satu web priceline. Priceline memperoleh Fee Langganan dari web OpenTable yang berisi kumpulan restoran yang berlangganan untuk dapat ditempatkan di OpenTable.

Saat ini, kapitalisasi pasar dari Priceline adalah sebesar 90 Milyar USD. Priceline IPO pada tahun 1999. Sejak IPO, harga saham Priceline telah meningkat sebesar 270%. Hal tersebut selaras dengan pertumbuhan pendapatan perusahaannya yang senantiasa meningkat.

Screen Shot 2017-06-28 at 09.40.44
Pertumbuhan Harga Saham dan Revenue Priceline

Bagaimana dengan Perusahaan Teknologi di Indonesia?

Untuk perusahaan terbuka, filtering yang dilakukan untuk sektor Software & IT Services di Bursa Indonesia menghasilkan tiga perusahaan, yaitu Indoritel Makmur Internasionanl (DNET), Multipolar Technology (MLPT), dan Metrodata Electronics (MTDL). Masing-masing memiliki kapitalisasi pasar Rp. 35 Trilyun, 1.7 Trilyun, dan 1.5 Trilyun. Revenue tahunan terakhir dari masing-masing perusahaan adalah Rp 22 Milyar, 1.9 Trilyun, dan 10 Trilyun. Tentu saja, hal tersebut masih sangat jauh dari perusahaan-perusahaan di luar negeri yang dijadikan contoh sebelumnya.

DNET memiliki usaha yang berkaitan dengan internet seperti portal online business OgahRugi.com, jasa konsultasi teknologi informasi, dan jaringan teknologi informasi. Pada tahun 2016, porsi besar revenue DNET sebesar 92% disumbangkan dari lini bisnis Fiber Optic. Sisanya, kurang lebih 8% disumbangkan dari lini bisnis Solusi IT. DNET IPO dari tahun 2000. Dari sejak IPO hingga sekarang, saham DNET telah naik sebesar 1600%.

MLPT merupakan perusahaan yang menyediakan jasa teknologi informasi. Produk dari MLPT mencakup perangkat keras, sistem aplikasi, jasa implementasi, konsultasi IT, IT Outsourcing, dan managed services. MLPT IPO pada tahun 2013. Dari sejak IPO hingga sekarang, saham MLPT naik 49%.

MTDL merupakan penyedia produk dan layanan Teknologi Informasi. MTDL bergerak dalam tiga segmen bisnis, yaitu distribusi, solusi, dan konsultasi IT. Distribusi IT mencakup penjualan produk-produk perangkat keras seperti storage, terminal, memory, dan peripheral. Sementara itu, bisnis solusi MTDL mencakup  jasa pemeliharaan, penyediaan perangkat keras, dan rental serta penjualan perangkat lunak, middleware, dan serverware. MTDL IPO pada tahun 1990. Sampai saat ini, saham MTDL telah meningkat kurang lebih 700% atau on par dengan pertumbuhan IHSG.

Sumber pendapatan MTDL didominasi dari lini bisnis distribusi. Lini tersebut menyumbangkan 80% dari usaha MTDL. Sementara itu, lini bisnis solusi menyumbangkan kurang lebih 19% dari total revenue.  Konsultasi memberikan kontribusi kurang lebih 1 – 2% terhadap total pendapatan MTDL.

Perbandingan Bisnis Teknologi di Luar Negeri dan di Indonesia

Berdasarkan sampel dari beberapa perusahaan teknologi yang terdapat di luar negeri dengan beberapa perusahaan yang listed  di bursa Indonesia, dapat diketahui bahwa dari sisi kapitalisasi pasar dan revenue, saat ini perusahaan-perusahaan teknologi yang listed di bursa Indonesia masih cukup tertinggal.

Dari sisi model bisnis, saat ini sebagian besar sumber pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi yang listed di Indonesia masih didominasi oleh lini usaha distribusi. Hal tersebut cukup berbeda dengan perusahaan-perusahaan besar di Amerika yang mengandalkan kemampuan berinovasi baik dalam hal penciptaan produk fisik, produk produk digital, platform, dan lainnya.

Apakah Masih Ada Peluang?

Peluang bagi perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia untuk tumbuh dan berkembang, sehingga menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional sebenarnya masih terbuka lebar. Dari sisi demand, saat ini penggunaan produk-produk teknologi telah berkembang sangat pesat di Indonesia. Beberapa aplikasi dari luar seperti Facebook, Instagram, dan Whatsapp telah secara umum digunakan oleh masyarat Indonesia di berbagai lapisan. Selain itu, minat konsumen di dalam negeri untuk bertransaksi secara online juga terus mengalami peningkatan. Hal tersebut membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan teknologi dalam negeri untuk menangkap trend pertumbuhan tersebut dan menyediakan produk-produk dan layanan lokal yang memberikan nilai manfaat tinggi.

Di luar perusahaan-perusahaan yang telah listed, saat ini di dalam negeri sebenarnya terdapat beberapa perusahaan berbasis teknologi yang memiliki potensi besar untuk berkembang pesat. Yang menyerupai model bisnis Amazon,  saat ini di dalam negeri terdapat marketplace seperti Tokopedia.com dan Bukalapak.com yang memungkinkan pembeli dan penjual produk untuk bertransaksi secara online di portal/marketplace mereka. Yang serupa dengan Priceline, saat ini di dalam negeri terdapat Traveloka.com dan Tiket.com yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang seiring dengan fokus pemerintah untuk mengembangkan industri pariwisata. Di luar hal tersebut, terdapat beberapa perusahaan berbasis teknologi lokal yang mengubah cara kita dalam menjalani hidup seperti GOJEK. Beberapa perusahaan tersebut saat ini memang belum listed. Meskipun demikian, apabila dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin bahwa ke depan perusahaan-perusahaan tersebut bersama dengan perusahaan-perusahaan baru lainnya akan tumbuh berkembang menjadi pilar perekonomian nasional.

Untuk mengembangkan perusahaan teknologi dalam negeri, sinergi yang kuat antara institusi pendidikan, bisnis, dan pemerintah perlu segera di lakukan. Kurikulum pendidikan harus dapat menyelaraskan aspek teknis dari teknologi informasi, aspek komersial dari bisnis, dan aspek kewirausahaan sebagai suatu rangkaian yang tidak terpisahkan, sehingga lulusan-lulusan pendidikan tinggi dapat langsung siap dan terdorong untuk create something. Selain itu, kurikulum yang ada di institusi pendidikan juga harus diperbanyak dengan porsi case untuk melengkapi materi terkait teori. Kurikulum yang didominasi oleh teori pada umumnya hanya menuntun pelajar/mahasiswa untuk dapat menjawab pertanyaan/soal ujian, namun gagap dan kurang siap ketika dihadapkan pada tantangan riil di bidang bisnis/teknologi di dunia nyata. Dalam hal ini, case study yang diberikan sebaiknya juga dirancang tidak hanya untuk mengamati fenomena yang telah terjadi, namun didorong untuk menggali ide-ide baru untuk mengatasi permasalahan aktual yang tengah dihadapi. Yang terakhir, para lulusan pendidikan tinggi terbaik harus didorong agar tidak melulu tertarik bergabung dengan perusahaan multinasional besar, BUMN besar, atau institusi pemerintah.

Perusahaan-perusahaan besar dan para pemodal dalam hal ini juga harus mulai terbuka dalam memberikan kesempatan bagi para pengusaha muda yang berniat untuk mengembangkan usaha teknologinya. Performance metrics  keuangan secara umum biasanya tidak dapat langsung diterapkan pada perusahaan start ups  di bidang teknologi. Facebook, Twitter, dan lain sebagainya membutuhkan cukup banyak waktu sampai akhirnya usahanya dapat menghasilkan keuntungan yang konsisten. Dalam hal ini dibutuhkan para investor yang sabar agar investasi yang dilakukannya dapat menghasilkan sesuai yang benar-benar rewarding.

Pemerintah juga memiliki peran yang besar dalam mendorong pertumbuhan industri teknologi dalam negeri. Dalam hal ini, pemerintah dapat mendorong munculnya produk-produk regulasi yang meringankan dan mendorong perkembangan industri teknologi dimana aset utamanya adalah inovasi dan pengetahuan.

~ IRFANI

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published.