The Gig Economy: The Future of Work

 

Revolusi digital banyak mengubah cara orang melakukan sesuatu. Jika baru-baru ini kita mengamati bahwa revolusi digital telah banyak mengubah bagaimana orang menjalankan bisnis transportasi, perhotelan, jasa penghantaran makanan, dan beberapa hal lain, tidak lama lagi revolusi digital berpotensi mengubah bagaimana cara kita bekerja. The gig economy yang didukung oleh revolusi digital merupakan sistem pasar terbuka yang memungkinkan pencari jasa (kebanyakan adalah perusahaan) dan penyedia jasa (kebanyakan adalah individu) untuk terhubung secara kontraktual dalam jangka waktu yang singkat (berbasis proyek). Dalam hal ini, konsep gig berpotensi mendisrupsi model konvensional kontrak kerja antara perusahaan dengan karyawan yang saat ini didominasi oleh model kontraktual berbasis jangka panjang. Sebagaimana disrupsi digital dalam bidang lain, the gig economy menawarkan peluang yang luar biasa sekaligus ancaman. Tulisan ini berisi deskripsi mengenai the gig economy serta argumen terkait manfaat dan masalah yang dapat ditimbulkan oleh model tersebut. Pihak-pihak yang berperan sebagai pencari jasa (perusahaan), penyedia jasa (pencari kerja dan pekerja), pengembang platform, dan regulator diharapkan dapat mengambil manfaat dengan menyiapkan secara lebih awal mengenai model ekonomi yang sebentar lagi akan semakin marak di Indonesia.

Continue Reading

Menghindari Salah Kaprah dalam Melakukan Transformasi Digital

Transformasi digital mulai banyak diperbincangkan seiring dengan populernya terminologi Industri 4.0. Akhir-akhir ini, banyak perusahaan berlomba-lomba mendeklarasikan dan mengimplementasikan “transformasi digital “agar sejalan dengan pesatnya perkembangan platform, artificial intelligence/robotics, machine learning, internet of things, big data, block chain, social, mobile, cloud, dan yang lainnya. Tidak jarang, banyak perusahaan yang berusaha untuk catch up dengan perkembangan tersebut agar terlihat “kekinian”, meskipun pada dasarnya kurang memahami hakekat dari transformasi digital. Yang menjadi permasalahan, banyak perusahaan yang belum memahami dengan baik hakekat dan esensi dari transformasi digital. Apabila transformasi digital tidak dilakukan secara tepat, kelangsungan usaha dari perusahaan di sektor-sektor yang terdisrupsi perkembangan digital berpotensi untuk terancam. Tulisan ini berisi pembahasan mengenai fenomena disrupsi digital yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan baru, upaya-upaya transformasi digital yang dilakukan secara tepat dan salah kaprah oleh beberapa perusahaan “incumbent”,  serta usulan strategi transformasi digital yang dapat diadopsi oleh perusahaan-perusahaan “incumbent” di sektor-sektor yang belum terlalu terpengaruh oleh disrupsi digital.

Continue Reading