Revolusi Industri 4.0: Apa yang Perlu Kita (dan Anak Cucu Kita) Persiapkan?

 

Dunia mengenal beberapa tahap revolusi industri yang berdampak terhadap perubahan cara kerja sistem secara drastis. Revolusi industri pertama yang dimulai dari tahun 1784 ditandai dengan diciptakannya mesin uap, mechanical production, dan railroads. Pada zaman tersebut, tenaga fisik manusia banyak digantikan dengan mesin. Sementara itu, revolusi industri kedua yang dimulai 1870 ditandai dengan berkembangnya teknologi perakitan, listrik, telekomunikasi, internal combustion engine, mobil, dan pesawat terbang. Revolusi ini menjadi driver dari globalisasi karena komunikasi dan perpindahan barang dapat dilakukan secara cepat. Beberapa produk atau perusahaan yang tidak efisien mulai tergusur karena terbukanya persaingan global. Setelah periode tersebut, kita mengenal revolusi industri ketiga yang ditandai dengan berkembangnya komputer, software, dan perangkat elektronik. Periode ini ditandai dengan beberapa perubahan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sistem seperti otomatisasi, e-business, e-government, dan lain sebagainya. Berapa catatan sejarah tersebut menunjukkan bahwa revolusi industri selalu disertai dengan perubahan cara kerja. Setelah tiga revolusi industri dilakukan, baru-baru ini kita mengenal adanya revolusi industri keempat yang ditandai dengan lahirnya teknologi semacam Internet of Things (IOT), Machine Learning (ML), Robotics, Big DataCloud, dan lain sebagainya. Sebagaimana beberapa revolusi industri sebelumnya, revolusi industri 4.0 juga berpotensi besar mengubah cara kerja kita. Karena kemajuan teknologi tidak dapat ditolak, maka yang dapat kita lakukan dalam hal ini adalah menyesuaikan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. 

Untuk dapat menyesuaikan diri dengan baik, kita dituntut untuk dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan dari perkembangan teknologi di revolusi industri 4.0. Setelah kelebihan dan kekurangannya diketahui, kita dituntut untuk dapat menyiapkan kompetensi yang tepat dan memilih area pekerjaan yang sesuai. Tiga revolusi industri yang telah terjadi sebelumnya mengajarkan bahwa pihak yang dapat survive, excellent, dan memetik keuntungan dari revolusi yang terjadi adalah pihak yang dapat mengoptimalkan progress teknologi dan menyiapkan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan yang ada.

Continue Reading

Crash Landing (Because of) You

 

Baru-baru ini, dunia dihebohkan dengan fenomena luar biasa bernama Covid 19 yang dampaknya sangat masif dan viral. Selain berdampak kepada kepanikan individu, virus tersebut juga telah mempengaruhi pasar saham. Dalam satu bulan terakhir, indeks Dow Jones dan indeks S&P masing-masing telah turun lebih dari 20% dan 30%,  Pada bursa Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga telah turun kurang lebih 20%.  Emosi pelaku pasar dari hari ke hari seperti diguncang ke sana kemari. Dalam satu hari, index dow jones dapat naik atau turun dalam rentang waktu ~10%. CBOE Volatility Index atau VIX yang merupakan indikator untuk mengukur volatilitas harga di pasar menunjukkan penguatan lebih dari 300% dalam rentang waktu satu bulan ini.

Mood swing pelaku pasar, dalam hal ini, menyerupai perasaan wanita ketika mengikuti romantisme berliku antara Hyun Bin dan Son Ye-Jin dalam Drama Korea (Drakor) populer bernama Crash Landing on You. Jika dalam satu hari perasaan seorang wanita dapat sangat sedih apabila cerita pada drakor tersebut sangat melankolis, maka emosi pelaku pasar yang didominasi oleh pria juga dapat sama sentimentilnya ketika harga saham jatuh. Di sisi lain, jika wanita dapat sangat bahagia apabila menyaksikan romantisme antara Hyun Bin dan Son Ye-Jin, maka pelaku pasar juga dapat sama girangnya ketika mengetahui adanya news development terkait Covid 19 yang berdampak baik buat market.

Sebagai investor atau trader yang cool headed, kita tentu dituntut untuk dapat menganalisis segala sesuatu secara rasional dan tidak terjebak pada fluktuasi emosi. Dalam hal ini, untuk dapat memahami dengan baik bagaimana suatu unexpected event seperti halnya Covid 19 ini mempengaruhi market, kita dituntut untuk dapat menganalisis hubungan sebab akibat antara Covid 19 dengan kondisi perekenomian mikro dan makro. Selain itu, kita  juga dituntut untuk dapat mengukur dampak dari pengaruh Covid 19 terhadap skala pergerakan harga saham. Dengan membekali diri dengan kedua hal ini, rational investor tidak akan mudah terjebak pada alasan-alasan yang kurang substantiated yang pada akhirnya akan memporak-porandakan keputusan investasi kita. So, bagaimana kah hubungan sebab akibat antara Covid 19 dengan harga saham serta fluktuasinya di pasar? Here we go.

Continue Reading

Mengaplikasikan Penelitian secara Tepat untuk Menunjang Keputusan Bisnis yang Efektif

 

Penelitian merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam bidang bisnis. Dengan melakukan penelitian, praktisi bisnis bisa memahami fenomena dan permasalahan bisnis secara lebih baik. Selain itu, penelitian juga membantu praktisi bisnis untuk mengidentifikasi penyebab permasalahan bisnis secara lebih terukur. Yang paling penting, penelitian dapat membantu untuk menunjang pengambilan keputusan yang efektif. Rangkaian metode yang digunakan pada penelitian, dalam hal ini, membantu praktisi bisnis untuk memahami permasalahan dan merumuskan langkah-langkah bisnis dengan lebih baik dibandingkan dengan menggunakan feeling, instinct, dan sensing.

Meskipun demikian, sayangnya saat ini masih banyak praktisi yang tidak menggunakan penelitian secara optimal untuk menunjang pengambilan keputusan bisnis. Penelitian, dalam hal ini, identik dengan rangkaian aktivitas yang rumit dan memakan waktu lama. Oleh karena itu, sebagian besar praktisi bisnis saat ini lebih mengandalkan feeling dan instinct dalam menunjang pengambilan keputusan. Jika pun menggunakan penelitian, beberapa praktisi sebagian besar masih menggunakan konsep penelitian yang tidak sepenuhnya sesuai dengan konteks yang dihadapi.

Fenomena yang ada menunjukkan bahwa pengaplikasian penelitian masih menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan praktisi bisnis. Berdasarkan hal tersebut, tulisan ini dibuat untuk menjelaskan konsep-konsep penting dari penelitian bisnis. Melalui tulisan ini, pembaca diharapkan dapat memahami beberapa jenis reasoning, filosofi, jenis, metode, dan teknis analisis pada penelitian bisnis. Pemahaman yang baik mengenai beberapa hal tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengaplikasikan penelitian secara tepat guna mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih efektif.

Continue Reading

Jose Mourinho dalam Perspektif Sains Manajemen

 

Jose Mourinho merupakan pelatih sepakbola terkenal dengan serangkaian prestasi mentereng. Di Porto, Jose berhasil memenangkan Liga Champions dan Juara Liga. Di Chelsea, Jose berhasil membawa club tersebut menjadi back to back Juara Liga Inggris. Di Inter Milan, Jose berhasil memenuhi ambisi Massimo Moratti untuk memenangkan Liga Champions. Di Real Madrid, Jose berhasil mematahkan dominasi Barcelona di Liga Spanyol. Di setiap klub yang dilatihnya, Jose Mourinho selalu berhasil mempersembahkan trofi.

Di tengah rangkaian kesuksesan tersebut, Jose Mourinho memiliki karakter dan metode kerja yang unik dimana hal-hal tersebut relevan dengan konsep management science. Apa yang dilakukan oleh Jose Mourinho di dunia sepakbola, dalam hal ini, sangat menarik untuk dibahas seperti halnya success story Steve Jobs dalam membangun Apple, Jeff Bezos dalam mengembangkan Amazon, dan Bill Gates dalam merintis Microsoft. Bagaimanakah relevansi Jose’s approach di bidang sepakbola untuk diterapkan dalam konteks business management?

 

Continue Reading

Penyelarasan Kebijakan Pendidikan dengan Konteks Masyarakat Indonesia

 

Dalam beberapa waktu terakhir ini kita cukup sering mendengar diskusi yang hangat terkait berbagai wacana dan kebijakan yang ada di dunia pendidikan seperti halnya zonasi sekolah dan penghapusan ujian nasional. Pada dasarnya, semua inisiatif yang dilakukan tersebut sangat baik karena dilandasi dengan semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di tanah air. Dalam hal ini, yang lebih penting bukan lah menentang atau mendukung terkait dengan beberapa inisiatif yang telah dicanangkan. Yang utama, kita perlu merumuskan rencana eksekusi yang matang agar kelak implementasi dari beberapa inisiatif tersebut dapat menghasilkan outcome sebagaimana yang diharapkan.

Merumuskan rencana implementasi dari beberapa kebijakan strategis yang ada di dunia pendidikan tidak mudah karena hal tersebut perlu didasari dengan pemahaman yang mendalam mengenai reasons dari lahirnya kebijakan tersebut dan konteks yang ada di masyarakat kita. Agar eksekusinya kelak sesuai dengan apa yang diharapkan, rencana implementasi harus dapat menyelaraskan kebijakan strategis dengan konteks aktual yang ada saat ini. Dalam hal ini, rencana implementasi perlu mempertimbangkan beberapa tantangan utama yang ada di bidang pendidikan yang ada di Indonesia. Tulisan ini berisi analisis mengenai kondisi yang melatarbelakangi kebijakan atau wacana yang dimunculkan dengan konteks aktual yang ada di masyarakat Indonesia saat ini. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memberikan beberapa rekomendasi penyelarasan antara aspirasi dengan konteks yang ada.

Continue Reading

Smart Mall: Saat Teknologi Menghadirkan Kenyamanan Berbelanja

 

Weekend merupakan waktu di mana saya sering menghabiskan waktu untuk berbelanja di Mal. Di tengah maraknya fenomena berbelanja online, entah mengapa, saya masih senang meluangkan waktu untuk jalan-jalan, makan, menonton film, mencari buku, dan mencari pakaian di Mal Fisik. Menurut saya, ada sesuatu dari Mal Fisik yang belum bisa digantikan oleh Mal Online. Meskipun demikian, saya juga mengakui bahwa berbelanja di Mal Fisik memang memiliki beberapa kekurangan apabila dibandingkan dengan berbelanja di Mal Online. Yang pertama, saya sering mengalami kesulitan untuk mencari parkir di Mal Fisik dimana hal tersebut akhirnya banyak membuang waktu. Yang kedua, pendekatan promosi yang ada di Mal Fisik cenderung tertinggal karena Mal Fisik masih mengadopsi pendekatan marketing gaya lama yang statis. Kondisi ini berbeda dengan Mal Online yang memberikan layanan ads atau promosi secara terarah dan personal. Hal ini membuat saya tidak heran jika beberapa Mal Fisik mengeluhkan penurunan penjualan, khususnya untuk produk-produk seperti barang elektronik, kosmetik, dan peralatan rumah tangga.

Agar kelangsungan usahanya dapat terus bertahan, pengelola Mal Fisik harus memikirkan cara-cara baru untuk meningkatkan kepuasan pengunjung. Dalam hal ini, pengelola Mal Fisik dapat memanfaatkan kemajuan teknologi guna meningkatkan kenyamanan berbelanja di store mereka. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja di Mal Fisik adalah dengan menganalisis customer journey dari pengunjung. Pengelola Mal Fisik harus dapat mengidentifikasi beberapa permasalahan yang terjadi di setiap tahapan customer journey dan mengidentifikasi bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tulisan ini berisi deskripsi mengenai beberapa permasalahan yang berpotensi dihadapi oleh pengunjung Mal Fisik dan usulan mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Continue Reading

The Gig Economy: The Future of Work

 

Revolusi digital banyak mengubah cara orang melakukan sesuatu. Jika baru-baru ini kita mengamati bahwa revolusi digital telah banyak mengubah bagaimana orang menjalankan bisnis transportasi, perhotelan, jasa penghantaran makanan, dan beberapa hal lain, tidak lama lagi revolusi digital berpotensi mengubah bagaimana cara kita bekerja. The gig economy yang didukung oleh revolusi digital merupakan sistem pasar terbuka yang memungkinkan pencari jasa (kebanyakan adalah perusahaan) dan penyedia jasa (kebanyakan adalah individu) untuk terhubung secara kontraktual dalam jangka waktu yang singkat (berbasis proyek). Dalam hal ini, konsep gig berpotensi mendisrupsi model konvensional kontrak kerja antara perusahaan dengan karyawan yang saat ini didominasi oleh model kontraktual berbasis jangka panjang. Sebagaimana disrupsi digital dalam bidang lain, the gig economy menawarkan peluang yang luar biasa sekaligus ancaman. Tulisan ini berisi deskripsi mengenai the gig economy serta argumen terkait manfaat dan masalah yang dapat ditimbulkan oleh model tersebut. Pihak-pihak yang berperan sebagai pencari jasa (perusahaan), penyedia jasa (pencari kerja dan pekerja), pengembang platform, dan regulator diharapkan dapat mengambil manfaat dengan menyiapkan secara lebih awal mengenai model ekonomi yang sebentar lagi akan semakin marak di Indonesia.

Continue Reading

Menghindari Salah Kaprah dalam Melakukan Transformasi Digital

Transformasi digital mulai banyak diperbincangkan seiring dengan populernya terminologi Industri 4.0. Akhir-akhir ini, banyak perusahaan berlomba-lomba mendeklarasikan dan mengimplementasikan “transformasi digital “agar sejalan dengan pesatnya perkembangan platform, artificial intelligence/robotics, machine learning, internet of things, big data, block chain, social, mobile, cloud, dan yang lainnya. Tidak jarang, banyak perusahaan yang berusaha untuk catch up dengan perkembangan tersebut agar terlihat “kekinian”, meskipun pada dasarnya kurang memahami hakekat dari transformasi digital. Yang menjadi permasalahan, banyak perusahaan yang belum memahami dengan baik hakekat dan esensi dari transformasi digital. Apabila transformasi digital tidak dilakukan secara tepat, kelangsungan usaha dari perusahaan di sektor-sektor yang terdisrupsi perkembangan digital berpotensi untuk terancam. Tulisan ini berisi pembahasan mengenai fenomena disrupsi digital yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan baru, upaya-upaya transformasi digital yang dilakukan secara tepat dan salah kaprah oleh beberapa perusahaan “incumbent”,  serta usulan strategi transformasi digital yang dapat diadopsi oleh perusahaan-perusahaan “incumbent” di sektor-sektor yang belum terlalu terpengaruh oleh disrupsi digital.

Continue Reading

Kriteria Sistem Pengelolaan Kinerja untuk Perusahaan dengan Peran Ganda

Perusahaan dengan peran ganda seperti halnya perusahaan yang bertugas untuk mencari keuntungan finansial dan perusahaan yang menerima mandat dari pemerintah untuk melaksanakan public obligation memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan perusahaan yang hanya memiliki peran tunggal. Dengan adanya karakteristik khusus tersebut, sistem pengelolaan kinerja yang ada di perusahaan tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan sistem pengelolaan kinerja yang ada pada perusahaan umumnya (single role companies). Yang menjadi permasalahan, saat ini banyak perusahaan dengan peran ganda yang mengadopsi secara mentah-mentah sistem pengelolaan kinerja yang banyak diterapkan di perusahaan dengan peran tunggal. Hal tersebut pada akhirnya membuat kinerja dari perusahaan dengan peran ganda tersebut tidak optimal. Tulisan ini berisi argumen bahwa pengelolaan kinerja di perusahaan dengan peran ganda harus dilakukan secara kontekstual yang sesuai dengan karakteristik dan kriteria yang dibutuhkan oleh organisasi tersebut. Pada tulisan ini akan dibahas beberapa karakteristik khusus yang dimiliki oleh perusahaan dengan peran ganda dan kriteria mengenai sistem pengelolaan kinerja yang diperlukan di perusahaan jenis tersebut.

Continue Reading

Rupiah Membara, Bagaimana Kondisi Perekonomian Makro Kita?

Dalam beberapa waktu terakhir, diskusi mengenai kondisi perekonomian negara terasa cukup hangat karena melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing, khususnya US Dollar. Di satu sisi, ada yang berpandangan bahwa kondisi perekonomian memang sedang kurang baik. Di sisi yang lain, terdapat pihak yang memiliki perspektif bahwa kondisi perekonomian kita baik-baik saja. Pada dasarnya kedua pandangan tersebut tidak bisa disalahkan karena indikator  serta pembanding (benchmark) yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja ekonomi memang berbeda. Yang menjadi permasalahan, pihak-pihak yang awam terhadap indikator ekonomi makro seakan kesulitan untuk menginterpretasikan dan menarik kesimpulan terkait kondisi yang sebenarnya terjadi.

Tulisan ini akan membahas mengenai gambaran kondisi perekonomian nasional dengan menggunakan beberapa indikator dan benchmark yang umum digunakan. Tulisan tidak ditujukan untuk membenarkan salah satu pihak dan menyalahkan pihak yang lain serta tidak bermuatan politis. Analisis akan dilakukan dengan menggunakan sumber data yang tersedia bagi publik.

Continue Reading

Apakah Alokasi Khusus Bagi Lulusan Cumlaude Merupakan Kebijakan Tepat Untuk Menjaring Lulusan Terbaik?

Terdapat hal yang cukup menarik pada seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini dimana disediakan alokasi khusus untuk lulusan yang memiliki predikat cumlaude. Pada satu sisi, kebijakan ini cukup menarik karena artinya lulusan-lulusan terbaik dari perguruan tinggi yang memiliki Akreditasi A saat ini lebih diperhatikan dan disediakan “jalan” khusus. Selain itu, hal tersebut juga berpotensi meningkatkan kualitas input dari pegawai pemerintahan karena lulusan dengan predikat cumlaude paling tidak memiliki catatan dari sisi akademik yang baik. Meskipun demikian, di tengah hal-hal positif yang ada, kebijakan tersebut juga membuka beberapa pertanyaan lanjutan yang menuntut perbaikan di masa yang akan datang. Apa saja kah hal-hal yang perlu ditindaklanjuti tersebut?

Continue Reading

Menjadi Pemilih Cerdas

Hingar bingar politik mulai terasa seiring dengan semakin dekatnya pelaksanaan pemilihan kepala daerah, anggota legislatif, dan  presiden di sepanjang tahun 2018 dan 2019 ini. “Perang” antar calon dan antar kubu makin hangat untuk merebut simpati calon pemilih. Dari waktu ke waktu, strategi “perang” yang diterapkan semakin bervariasi. Dari sisi media, saat ini “perang” antar kubu tidak hanya dilakukan  dengan menggunakan  media konvensional seperti TV, surat kabar, dan reklame, namun juga melalui media sosial yang ditandai dengan perang antar pendukung paslon ataupun buzzer. Dari sisi pembentukan opini, perkembangan ilmu marketing membuat strategi branding dan promosi dari tim sukses menjadi lebih bervariasi. Dimensi kinerja yang beraneka ragam juga membuat pembentukan opini dapat dilakukan dari perspektif tertentu saja yang pada akhirnya membuat capaian kinerja secara komprehensif tidak diketahui. Beberapa kondisi tersebut membuat calon pemilih mengalami kesulitan untuk mencari, mencerna, dan memutuskan pilihan secara logis. Bagaimana kah sebaiknya smart voters menganalisis beragamnya informasi yang ada untuk mendukung  pengambilan keputusan politis di zaman yang telah berubah ini?

Continue Reading

The Relevance of Kuhn’s Ideas for Understanding Changes in Management Theory

Thomas Kuhn, an influential physicist and philosopher who wrote The Structure of Scientific Revolutions, changed the way many people think about how science develops.  Before Kuhn, science progress was dominated by the idea that it occurs in a linear way. However, Kuhn’s ideas differed dramatically. He saw that science progresses through a series of alternating normal and revolutionary phases (Horgan, 1991). To support his ideas, Thomas Kuhn took examples of the revolutions that occur in science, particularly related to his work in astronomy and physics. He described Copernican revolution and the development of quantum theory.

Although the changes explained by Kuhn occur in science, actually such changes can be found in other fields. As in science, theory in the field of management has changed and evolved. In this essay, I want to argue that Kuhn’s ideas of science progress are very revelant for understanding changes in management theory. My main thesis is that changes in management theory also do not occur in a linear way, but progress through a series of alternating normal and revolutionary phases similar to the structure of scientific revolutions described by Kuhn. In the first part, I will explain Thomas Kuhn’s ideas regarding the structure of science revolution. Next, I will explain the relevance of scientific revolution to the changes in management theory by specifically discussing the changes from ‘Taylorism’ to the new management theories.

Continue Reading

Memahami Bisnis Teknologi: Gap, Peluang, dan Tantangan Bagi Indonesia

Bisnis berbasis teknologi baik yang mencakup perangkat lunak, perangkat keras, maupun platform telah menjadi salah satu pilar utama perekonomian di negara-negara maju. Di Amerika, perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Apple, Facebook, dan Amazon tercatat memiliki kapitalisasi pasar dan keuntungan yang sangat besar. Jika dibuat perbandingan, satu perusahaan teknologi yang mengandalkan ide dan inovasi seperti Google ternyata memiliki kapitalisasi pasar dua kali lipat lebih besar dari total kapitalisasi pasar seluruh perusahaan-perusahaan yang listed di bursa Indonesia. Pertanyaannya, apakah yang membedakan bisnis berbasis teknologi yang ada di negara-negara maju dengan yang ada di Indonesia? Bagaimana peluang dan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia untuk mengembangkan bisnis berbasis teknologi?

Continue Reading

Satu Kartu untuk Semua Transaksi

Akhir-akhir ini kita sangat akrab dengan yang namanya kartu. Saat apply kartu kredit baru, kita diberikan kartu baru. Jika kita  rutin terbang, biasanya kita memiliki kartu keanggotaan pelanggan maskapai. Jika kita pengguna jalan toll, biasanya kita juga memiliki kartu khusus. Kartu, kartu, dan kartu. Apabila kita memiliki lima rekening tabungan di bank yang berbeda, memiliki sepuluh kartu kredit, rutin menggunakan jasa maskapai penerbangan, sehari-hari mengendarai mobil lewat toll, dan rutin berbelanja di department store dan super market, maka dompet kita akan berisi tumpukan kartu. Terasa sangat aneh apabila di zaman yang serba ringkas seperti saat ini dimana peran cetakan kertas telah banyak dikonversi ke wujud digital, kita masih saja dijejali dengan kartu-kartu fisik yang secara prinsip memiliki cara kerja yang sama. Jika satu kartu memiliki ketebalan satu mm dan kita memiliki 20 kartu, dompet kita paling tidak akan memiliki  ketebalan 2 cm di luar uang cash. Selain tebal, banyaknya kartu tersebut juga sangat tidak praktis, tidak efisien, berat, riskan hilang, tercecer, dicuri, dan lain sebagainya.  So, apakah tidak ada cara yang lebih praktis untuk urusan kartu ini?

Continue Reading

Cara Lain Pemanfaatan Teknologi Untuk Mengatasi Kemacetan

Kemacetan merupakan salah satu masalah utama yang rutin ditemui oleh pengendara jalan raya, khususnya di daerah-daerah padat seperti Jakarta. Selain tidak efisien, macet juga berdampak pada pemborosan biaya, energi, dan emosi yang sangat besar. Beberapa cara telah dilakukan untuk mengurangi kemacetan. Dari segi infrastruktur, pembangunan ruas-ruas jalan baru telah dilakukan. Dari segi moda transportasi, upaya untuk menambah jumlah armada dan menambah jenis transportasi umum juga telah dilakukan. Dari segi kebijakan, ide untuk mengatur lalu lintas berbasis plat nomor genap ganjil baru saja diterapkan. Personel pengatur lalu lintas baik yang sifatnya resmi maupun “non resmi” juga sering kita temukan untuk membantu mengurasi kemacetan.

Namun, meskipun beberapa langkah telah dilakukan, saat ini kemacetan masih tetap saja terjadi. Dari hari ke hari frekuensi kemacetan justru dirasakan semakin parah bahkan terdapat anggapan bahwa kemacetan merupakan masalah yang tidak mungkin terselesaikan. Data pada tahun 2013 menunjukkan bahwa jumlah kendaraan bermotor di Jakarta sudah mencapai 16.072.869 unit. Jika seluruh kendaraan ini disusun, maka panjang jalan di Jakarta yang hanya 6.956.842,26 Meter tidak akan mencukupi. Mengacu kepada kondisi bahwa ke depan pertumbuhan kendaraan bermotor tetap akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan sarana dan prasarana transportasi, saat ini  diperlukan cara-cara baru untuk membantu mengatasi permasalahan kemacetan ini. Bagaimana contohnya?.

Continue Reading